Cerita dari Warung Kopi Renon
Biarkan hari ini aku berliku-liku menuju dunia baru. Menemukan kawan, menempuh batas. Ini adalah cerita sore hari, bersama mereka yang haus kata atau kota. Ada sekitar 15 orang yang tengah menyesakkan cara membuat blog ke lipatan otak. Aku adalah salah satunya. Aku pikir ini tidak terlambat sama sekali. Bukankah semua hal adalah selalu memiliki mula? Pertanyaannya kemudian, apakah ini akan memiliki ujung?
Aku tiba-tiba mengingat roda dan putaran jam. Manakah yang akan tersungkur lebih dulu, apakah roda mobil karena kehabisan angin, atau putaran detik karena tenaga baterai pendukungnya sudah mendekati angka nol? Waktu tidak pernah berkompromi, ia akan semakin ganas menggilas dan membuat rambutmu memutih, membuat wajahmu berkerut atau membuat tulang-tulang kita keropos, lalu mati.
Aku telah memiliki satu ruang untuk meruahkan cerita senja, jerit tengah malam, atau bahkan hujan duka yang tidak pernah mengenal musim. Kalian pun akan dengan sederhana bisa mengetahui cerita-ceritaku.



go blogging tzu!