Air mata adalah buih yang terpilin arus duka
Mengerang karena ombak berdebur
Larut karena matahari lebur ke dasar
Disana,
Seorang tua duduk bersandar pada angin
Hari terlalu berat bagi punggung rapuh
Bukan usia
Tapi ngilu jiwa
Ia bertemu pandang dengan ombak
Bercerita tentang malam yang tak usai
Atau pagi yang tak kunjung
Semakin jauh menuju riuh
Entah batu, entah kerikil
Ia mengambil segala yang hitam
Entah batu entah kerikil
Ia mengambil tanpa henti
Bukan kerja
Tapi kosong
Air mata serupa buih
Hitam,
Entah batu entah kerikil
Hanya seorang tua di tepi pantai


salam kenal…puisi adalah curahan hati…pokoke puisi is never ending…
pokoke maen karo seneng adus nang laut…
Buat Kang Bawor, sayang sekali saya tidak mengerti bahasa jawa. Puisi adalah media ekspresi yang sangat luas.