Jika takdir adalah sebuah kata, maka ia akan terus kuhapus dan kutulis ulang karenamu. Takdir itu berhenti, lalu sekejab saja ia telah menjelmamu, dengan sepasang mata yang lembut dan rambut yang lurus terurai. Kaukah itu, gadis Bali yang diidamkan pujangga. Kaukah itu, perempuan gaib yang merasuki kata para penyair.
Tidak pernah kubayangkan jika rahasia akan membuat mata bertatap, atau kata becengkrama. Masih kuingat ketika laju senja membawamu kesisiku. Aku gemetar karena kau yang datang. Adakah sisa malam kemarin, karena disana kau pernah kusimpan, kusimpan dengan sangat rapi, aku tak pernah berani membukanya.


Dasyat!!!!
aku gak tahu kalo tzu pandai merangkai kata – kata sederhana menjadi sebuah deretan puisi indah..
kayaknya aku tau dech orangnya
hehehe…
Anton : Apanya yang dahsyat Ton?
Ajari bikin puisi..
bagus bageeeetttt…nyampek deh ke hati. Ternyata pak dokter ini juga seorang pujangga.