Kehidupan yang bernilai dan bermakna adalah perpaduan antara kreativitas dan kerja keras. Pemikiran kreatif akan membentuk jiwa yang peka terhadap kehidupan, lingkungan, seni, dan keilmuan sehingga dapat mengembangkan gerak yang berkualitas. Kaum muda yang memiliki daya kreatif dan pemikiran kritis adalah ujung tombak berbagai aspek kehidupan bangsa. Oleh karena itu, penentu masa depan bangsa adalah kualitas dan integritas diri kaum muda. Tantangan ini semakin jelas ketika globalisasi mulai merambah tatanan kehidupan masyarakat kita. Banyak pihak yang menyatakan bahwa globalisasi merupakan sebab dari segala perubahan dan krisis yang kita alami.
Globalisasi adalah tantangan yang harus dijawab oleh seluruh aspek masyarakat, bukan untuk ditolak, bukan untuk dihindari, melainkan disiasati dengan arif, sehingga menjadi unsur penguat kemajuan bangsa. Satu pertanyaan kemudian muncul dari pemikiran dan renungan mendalam, siapakah yang paling terpengaruh dari rangkaian perubahan tersebut? Berbagai ahli budaya, para psikolog, tokoh agama, akademisi, dan penyelenggara kesehatan menyepakati bahwa remaja adalah elemen yang paling rentan, sehingga upaya preventif dapat diawali dari lapisan remaja. Perubahan sekecil apapun pada remaja, akan berdampak besar bagi kelangsungan bangsa dalam rentang waktu 10 tahun kemudian. Jika generasi muda kita memiliki sikap kritis dan rasa empati, bukan tidak mungkin bangsa kita akan bertumbuh menjadi bangsa yang besar di masa datang. Langkah untuk menumbuhkan sikap kritis dan jiwa empati seharusnya menjadi agenda bersama untuk segera digulirkan. Salah satu media alternatif yang efektif untuk menumbuhkan sikap kritis dan jiwa empati adalah melalui komunitas kreatif, sehingga kedua kualitas tersebut dapat dibina secara berkesinambungan.
Komunitas Sahaja adalah komunitas kreatif remaja yang bergerak di bidang penulisan dan pembinaan karya sastra bagi generasi muda. Komunitas Sahaja baru berusia satu tahun, tepatnya berdiri pada tanggal 24 Mei 2007. Banyak tulisan dari anggota Sahaja telah dimuat dalam berbagai media cetak lokal ataupun nasional. Banyak pula diantara mereka yang telah memenangkan berbagai kompetisi penulisan karya sastra baik di tingkat lokal, regional, ataupun nasional. Dalam usia satu tahun, Sahaja lewat empat penulis perempuan yang masih belia telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul Waktu Tuhan (Wianta). Ini adalah bukti bahwa komunitas kreatif ternyata mampu membangun sikap kritis, jiwa empati, dan kualitas diri sebagai pribadi, khususnya di antara anggotanya. Komunitas Sahaja adalah satu wadah lintas usia, lintas budaya, lintas keyakinan, lintas pendidikan, dan membuka ruang diskusi yang sangat luas karena adanya perbedaan latar belakang tersebut. Keberagaman ini merupakan kunci utama untuk mewujudkan semangat solidaritas, membangun kebersamaan, serta lebih memaknai keberagaman dalam rangka mendapatkan esensi dari pergaulan, esensi dari perbedaan. Situasi ini kemudian akan membangun sikap kritis dalam melihat segala peristiwa, sekaligus menciptakan jarak kreatif antara pribadi dengan fenomena yang merupakan kekuatan baru dalam berkarya.
Komunitas Sahaja sebagai komunitas kreatif memiliki peran dalam membangun sikap kritis dan jiwa empati melalui kegiatan-kegitan yang diselenggarakan secara rutin. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk membangun kualitas tersebut adalah melalui diskusi kecil dengan pakar sastra, kelas penulisan dan penciptaan, partisipasi dalam berbagai kegiatan dan penulisan karya sastra, penerbitan karya sastra, aktif dalam pementasan karya sastra, serta terlibat aktif dalam berbagai pelatihan penulisan bagi para generasi muda lainnya. Rangkaian proses yang terjadi dalam Komunitas Sahaja akan berujung pada interaksi antara calon penulis-penulis pemula-penulis senior-pembaca menjadi satu siklus yang berkesinambungan. Kenyataan ini akan berimbas pada peningkatan kualitas penulis muda, pengembangan sastra, sekaligus sebagai strategi kultural yang sistematis dalam menghadapi era global.


Hellow kakTzu, ni pramareola14.wordpress.com, mohon bimbingan utk membesarkan KYC en salute….