BIOGRAFI SINGKAT
Ketika melihat kata Nyoman, aku sangat yakin bahwa karakter Bali sangat kuat terlihat. Aku adalah laki-laki Bali yang dilahirkan di Denpasar, Bali, 12 April 1984. Kedua orang tuaku adalah Bali tulen, berasal dari Denpasar. Bisa dibayangkan dari kecil aku sudah sangat rentan bersentuhan dengan dinamika kota yang cukup heterogen.
Bapak (Nyoman Merta) adalah seorang pegawai swasta di sebuah pabrik minyak, dan ibu (Nyoman Gatri) adalah seorang penjual banten di rumah. Keduanya pekerja keras, dan itulah yang diwariskan oleh mereka kepadaku sampai sekarang. Aku memiliki dua orang kakak laki-laki, yang menurutku juga seorang pekerja keras. Kedua kakak-ku telah berkeluarga, dan saat ini aku telah memiliki tiga orang keponakan. Semuanya adalah laki-laki.
Seperti kebanyakan orang Bali, aku juga memiliki masa kecil yang sangat liar. Aku tumbuh dalam dinamika kota Denpasar. Aku meyakini hal inilah yang membuatku jauh lebih mudah menerima perbedaan. Denpasar adalah kota sekaligus kampung halaman bagiku. Denpasar merupakan pusat kota pulau Bali, dikenal sebagai kota budaya. Denpasar dari dulu hingga sekarang tengah beranjak menuju kota metropolis dengan diversitas etnik, agama, dan sosial. Aku jadi saksi hidup perubahan kota, sampai rasanya aku sudah kehilangan masa kanak-kanakku yang dulu. Tidak ada lagi sawah dan irigasinya, tidak ada lagi harum jerami yang hangus, tidak ada lagi buah-buah liar yang bisa dikecap, atau udang batu panggang yang gurih.
Aku tidak merasakan sekolah di Taman Kanak, karena aku langsung masuk ke SD (jaraknya hanya selisih dua bangunan dari tempatku tinggal). Katanya, aku tumbuh jadi orang yang cerdas, dan minatku ke dunia menulis sudah tampak dari kecil. Tahun 1989, aku resmi menjadi siswa kelas 1 di SD Negeri 2 Denpasar. Tahun-tahun berlalu, penghargaan demi penghargaan juga pernah aku raih. Namun yang paling berkesan adalah penghargaan sebagai pemenang lomba mengarang anak-anak se kota Denpasar. Tahun 1995 aku lulus SD dengan nilai EBTANAS yang tergolong diatas rata-rata.
Tahun berikutnya aku melanjutkan di SMP Negeri 2 Denpasar. Aku bertemu dengan penyair tenar di sekolah ini. Teater Lingkar dibawah asuhan Warih Wisatsana telah membawa perubahan yang besar pada proses pencitraan diri. Dia mengajariku bagaimana menjadi pelaku peristiwa dan mengamati semua kejadian dengan kritis. Ada beberapa nama yang juga layak aku sebut sebagai teman-teman setia : Dewi Suryani, Pamilawati, Pipit. Disinilah aku mulai lebih intens bersentuhan dengan berbagai karya sastra, pementasan teater, pembacaan puisi, dan penulisan esai. Semuanya membantuku untuk menjadi orang yang lebih menginginkan esensi daripada terjebak akan bentuk.
Boleh jadi akumulasi pengalamanku di SMP yang membawaku ke SMU Negeri 4 Denpasar (sekolah unggulan Provinsi Bali). Tahun 1998 aku resmi diterima di Foursma. Jika dulu aku hanya terlibat dengan tulisan ilmiah populer dan karya sastra, maka tahun-tahun selanjutnya aku mulai mencoba penulisan karya ilmiah dan penelitian. Hasilnya cukup mengagumkan, berbagai penghargaan dan pengalaman ke luar negeri juga aku dapatkan melalui tulisan-tulisan tersebut.
Sejak kecil, bapak selalu menekankan bahwa ia sangat menginginkan anaknya menjadi seorang dokter. Secara tidak sadar, hal inipun kemudian menjadi cita-cita. Aku menjatuhkan pilihan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Aku resmi menjadi mahasiswa FK sekitar Agustus 2001. Banyak hal yang telah terjadi, yang menurutku merupakan kelanjutan dari pilihan-pilihan terdahulu. Aku mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran sekitar September 2005 dengan penelitian “Karakteristik dan Potensi Pengembangan Bahasa Isyarat Tuli Bisu Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Singaraja” yang didanai oleh pihak fakultas dan dibantu oleh dua orang guru besar fakultas kedokteran. Dua tahun berikutnya dihabiskan di Rumah Sakit Sanglah untuk mendapatkan gelar profesi Dokter. Tahun 2007, semuanya rampung, harapan bapak (alm) telah aku penuhi.
AKTIVITAS SAAT INI
Aktivitas yang padat semasa SMP sampai kuliah, telah menjadikanku orang yang tidak bisa diam. Hari-hariku saat ini diisi dengan beberapa kesibukan. Saat ini aku telah menjadi Staf Pengajar di Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Pencegahan (Public Health) di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Disamping itu, juga aktif sebagai relawan KISARA (Kita Sayang Remaja) PKBI Bali, dan tengah menjabat sebagai Koordinator Program. Saat ini juga tengah aktif mengembangkan beberapa komunitas remaja kreatif, dan sering mengisi beberapa ceramah dan seminar yang berkaitan dengan Kesehatan Reproduksi, HIV dan Aids, pencegahan penyalahgunaan Narkoba, serta seminar yang berkenaan dengan penulisan dan penelitian ilmiah untuk remaja dan mahasiswa.
HAL-HAL YANG DIGEMARI
Dari bangku SLTP, aku sangat menggemari karya sastra. Aku memiliki keinginan yang besar untuk menjadi seorang penulis (mudah-mudahan segera terwujud). Aku sangat senang menulis puisi, cerpen, refleksi, dan bahkan mencoba untuk membuat sebuah novel. Ada sebuah keinginan untuk membuat antologi cerpen yang bertemakan kesehatan reproduksi remaja. Disamping menulis karya sastra dan esai, aku juga sangat gemar melakukan penelitian sosial dan masyarakat. Menyanyi juga sangat menyenangkan. Sejak pertemuan dengan A.A Made Cakra (alm) seorang maestro seni vokal di Bali, aku menjadi gemar melagukan lagu-lagu pop Bali, dan sering menjuarai berbagai festival. Hidup bagiku adalah seni, yang harus dilakoni secara sadar. Seni telah memberikan warna lain dalam rutinitasku sebagai dokter.
KONTAK
Email : sutarsa_71@yahoo.com



Halo dokter Sutarsa. Wah kaget juga, saya baru tahu dokter nge-blog. Karya sastra dokter mantap2, terus berkarya dok.
Wah salam kenal ya Arya. Aku mencoba mengingat-ngingat ulang, apakah kita pernah bertemu sebelumnya atau tidak, sayang aku tidak berhasil mengingatnya.
Jangan terlalu melebihkan, aku baru mulai nge-blog dari awal Juni (karena kebetulan buat pelatihan Blog remaja: sambil menyelam minum air hehe….)
Mungkin kedepannnya kita bisa menjadi teman diskusi.
Pasti, aku akan terus berkarya, makasi dukungannya!
Kamu orang hebat Bli, kenapa saya baru tersusuri bagian ini?
pak dokter…hehehehe..
Wulan, boleh jadi perkenalan kita yang singkat adalah awal dari hubungan persahabatan yang kekal nanti ya, tetap simak tulisan-tulisanku ya. Jangan lupa dikritisi juga. Makasi ya sudah jadi orang yang baik.
halo dokter, sy mhs semester 3, tmennya Arya jg. Boleh saran dok, kenapa kok g nge-post review & original article-nya dokter?
Sangat membantu buat nyari inspirasi kita2 yg masih dangkal ilmu ini dok.
o ya, klau tidak keberatan, boleh saya minta mail- add dokter?
Trims
Andreas,
Saran yang baik, makasi ya. Blog ini akan lebih banyak mengulas tentang sastra, remaja dan permasalahannya, dengan gaya bahasan yang cair. Akan aku buatkan katagori khusus nanti untuk ulasan tentang tulisan ilmiah dan artikel lainnya. Yup, bisa kontak di sutarsa_71@yahoo.com.
Tetap semangat ya!
Kas Chuuuu……hehehe….
Dok…keep on the spirit yaw…walah..gak perlu dikasi taw juga bakal tetep ada spirit ney…justru saya yang butuh spirit selalu..
U r the inspiration….just keep it brooo….
Regards Citra
Haloo kak..
masih inget saya kan kak??
sya ga twu hrus bilang apa..
klo dulu bukan kakak yang bimbing mungkin saya bukan apa apa karang..
setidaknya karang udah bisa mulai merangkak di bidang sastra…
kak,,kalo lagi ada waktu…
saya pengen bljr lagi tentang metode penelitian ya kak??
Thx 4 all..
U r the best…
Citra :
Wah makasi ya Cit, jangan terlalu melebihkan! Setiap orang punya perannya dalam memberi inspirasi bagi siapa saja. Jadi harus terus menebar spirit dimanapun kita berdiri. Entah dengan sedikit senyum, itu mungkin memberi makna yang sangat bagi siapapun. Kita tidak harus menjadi orang hebat untuk bisa menginspirasi orang bukan?
Arya:
Iya aku sudah ingat…. (maaf-maaf)
Aku tidak memberi kontribusi apa-apa untuk kemajuanmu, itu semua hasil kerja keras kamu sendiri. Tetap semangat ya, kapan mau belajar metode penelitian? Aku selalu punya waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Wow….aku sangat kaget ternyata pak dokter ini masih muda tapi prestasinya tidak kalah denganyang lain,lebih kagetnyalagi seorang dokter jago nulis, bagus berkomunikasi dan paham persoalan-persoalan sosial.
wah aku daftar jadi fans…………..
Terima kasih sudah mampir di pojok ini…………..
Sepertinya banyak orang-orang muda yang juga hebat, tapi sayangnya mereka tidak punya ruang penyaluran. Mari kita gali dan temukan mereka satu demi satu….
Salam kenal dari saya..
Seorang dokter penyair, agak jarang memang!
Mengingatkan saya beberapa teman sepermainan dulu yang juga aktif di dunia sastra, seperti dr. Ary Duarsa, dr. Sahadewa, termasuk Warih, Landras, Tan Liok Ik, dan maestro Umbu…
Ada mungkin yang Sutarsa kenal..??
Salam Kenal Dok,
Saya sangat senang ada juga referensi dokter yang menggemari sastra. Warih adalah guru saya Bli, sejak SMP di Teater Lingkar, dan masih berguru sampai saat ini, terutama tentang hidup dan cara mengalahkan waktu.
Lio Ie, Landras, Jengki, dll juga dulu pernah menjadi teman cerita, tapi sudah jarang bertemu.
Silahkan terus mampir dan kita buka ruang tanya dan diskusi……………….
Ooooooii, sut
Keep on blogging!!
Check my blog site http://rodaro.otadesho.com/
hi, Kak
pa kabar? sehat?
beberapa waktu terakhir devy sudah tidak bisa hadir peliputan
devy sudah di jakarta
salam untuk Bali
salut dengan semua tulisan kak Sutarsa
tetap seperti dulu
selalu bersemangat
semangat kakak yang jadi semangat saya
sekarang dan nanti
semangat!
Kemaren ketemuan sama dewi’ sur, dan katanya sekarang Sutarsa ngeblog loh. Pagi ini langsung googling, dan akhirnya ketemu jg.
ternyata, sudah jadi dokter pun masih bergelut dengan sastra, ckckckck…tooopppp…
dulu awal masuk SMA ga tau apaan tuh sastra, tapi begitu liat Sutarsa dan Dewi’ Sur di segala kegiatan sastra, entah itu baca puisi ataupun theater, jadi terkagum-kagum.
yaaahhh…dimoderasi komentarnya
kak Sutarse, wah….maap kmrn waktu ke bali gk bisa hub kak sutarse.
anyway saya salut sama kak sutarse. Pak dokter yang sekaligus seorang penyuka sastra.
Salam dari jogja ya kak,
Rudi Budiyono
salam kenal saking Desa Tamblang, Buleleng
http://www.desatamblang.blogspot.com
suksme…
Asee, apa kbr?? lama tak jumpa, wah blog nya sastra bgt, luar biasa! sy br bljr ngeblog lg, msh hrs yk bljr.. klo blh sharing2 yah.. Sukses selalu!
waooou
Bli, saya link blog ini ke blog saya..
wah, saya sempat membaca tulisan bli Su di blog ini, tak salah Pak Warih bangga pada Bli Su, dan menyarankan kami untuk banyak belajar pada Bli.
Aloooooww Kak Su….
Blogna bgus, walau ga baca smuana. Hehehehe..
Sibuk amat Anda nie, ga sempet jalan2 dech.. Hehehe. JJS yukz?! Kpn?
Ya dech semangat berkarya ya! SMANGAAAATTT!!! n SUKSES!!!
Hallo kawanku yang luar biasa……jadi kangen nich…kpn kita ketemu ya??? oh ya SELAMAT HARI RAYA NYEPI ya smg Tarse lebih SEMANGAT….semakin SUKSES dan terus menelurkan KARYA yg inspiratif….!!!
Hallo..bagaimana kabar KISARA. Saya pernah menjadi relawan, tahun1995-1998, ketika waktu itu merintisnya bersama dr. Mangku Karmaya, Mas Panggah, Mbak Putri, Mbak Purwani, Okanegara, mungkin masih ada foto kenangannya disana ya…Mudah-mudahan tidak terlupakan kami para perintisnya.
Tetaplah berkarya terus, jika berkenan untuk berbagi kata bersama, mohon bisa link blog ini ke situs pribadi saya : http://www.putusudayasa.wordpress.com
Terimakasih. Salam kenal dari Kendari, Sultra.
halo dr sutarsa. senang bekenalan dgn anda. wah hebat skali y anda ini, dibalik aktifitasnya yang serba berbau medis dan pemikirannya yang eksak, masih saja aktifitas diwarnai dengan nuansa-nuansa sastra. padahal kalau dilihat secara sekilas, perbedaannya ckup mencolok lho. tapi lumayan dakhsyat juga.
sejujurnya, saya bersama dengan 2 orang tman saya lainnya sedang merencanakan untuk mempromosikan kegiatan PUSDA (perpustakaan daerah) Bandung, lewat media cetak (sejenis tabloid). media ini mengangkat mengenai kreatifitas siswa dalam menulis. karena tentu saja yang jadi sasaran kami memang para siswa. ada salah satu rubik khusus yang akan kami angkat, yaitu rubrik komunitas penulis remaja kreatif. saya akan intens mengikuti perkembangan karya-karya dan info diblog anda. semoga kedepannya banyak progress yang akan kita dapat.
-salam sukses-
kakak
sangat hebat
kebanggan bangsa
wow, ah, ohh, wihh, tidakkkk….